Investasi Bodong di Pasar Keuangan Marak, Investor Harus Cermat

Wartajakarta 2019-07-03 12:32

JAKARTA 3 Juni 2019 - Maraknya penipuan investasi di tanah air menjadi catatan buruk dalam dunia keuangan baik di tanah air maupun di luar negeri. Kasus terakhir yang membuat heboh adalah salah seorang artis yang harus menanggung kerugian dalam bisnis investasi Forex hingga Rp 17 Miliar. Apa yang salah dalam investasi tersebut?

Menurut Founder SDFX-sekolahdasarforex.com, Hans Herwin, kebanyakan investor yang tertipu adalah karena tidak memahami mengenai pasar keuangan. Lebih parahnya lagi, "menitipkan" uangnya ke perusahaan yang mengiming-imingi keuntungan besar. Ia berpendapat, rendahnya literasi keuangan di Indonesia menjadi salah satu penyebab maraknya investasi bodong di pasar keuangan. Padahal, dengan memahami pasar keuangan, risiko penipuan bisa dihindari. "Literasi keuangan penduduk Indonesia hanya sekitar 4% saja, akibatnya banyak yang terjebak dalam investasi bodong, padahal jika mereka paham, risiko tersebut bisa dihindari," kata dia.

Hans menuturkan, investasi Forex sebenarnya memiliki potensi keuntungan yang menggiurkan, tetapi karena banyak yang tidak memahami cara kerja dan trik nya, malah mengalami kerugian. "Sama seperti investasi lainnya, Forex juga memiliki risiko, tetapi dengan pemahaman yang benar, risiko tersebut bisa dikendalikan melalui teknik Money Management yang diajarkan di SDFX," kata dia.

Senada dengan Hans, Syahrir, Head Master SDFX- sekolahdasarforex.com mengatakan ada beberapa ciri dari investasi Forex yang tidak aman, yaitu jika investasi tersebut menjanjikan jaminan fixed income dengan iming-iming profit tanpa risiko dan kedua ada dana yang ditahan pada periode tertentu. "Forex dapat sangat menguntungkan selama mau belajar di tempat yang benar sehingga menghasilkan konsistensi dalam mendapatkan keuntungan. Jika melihat promosi dan klaim seperti itu maka anda harus berhati-hati," kata dia.

Pasar forex di Indonesia, menurut Syahrir, cukup tertinggal dibanding pasar forex di sejumlah negara maju. Literasi pasar keuangan yang rendah menjadi salah satu kendala, termasuk sosialiasi dari pemerintah yang dinilai minim. "Melihat kondisi ini, sejak beberapa waktu lalu kami mendirikan sekolah forex Indonesia, yakni sekolahdasarforex.com, atau SDFX. Kami ingin memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat, tentang forex. Kami akan mementori para peserta didik kami hingga mereka mahir berbisnis forex," tutur Syahrir.

Menurut Syahrir dengan memahami seluk beluk investasi Forex, maka calon investor bisa terhindar dari risiko penipuan atau meminimalisir potensi kerugian. "Keinginan untuk mendapatkan keuntungan di bisnis Forex harus diiringi ilmu yang cukup. Investor harus memahami dahulu, baru terjun baik sebagai pelaku (trading mandiri) atau investor," tutur dia.

Hans menambahkan, lembaga yang ia dirikan tersebut tidak pernah mengimingi-imingi profit yang besar dan bombastis, tetapi fokus di jalur edukasi kepada semua lapisan masyarakat. "SDFX tidak menawarkan bisnis Money Game (Ponzi Scam), tidak mengelola atau menerima atau menghimpun dana masyarakat". Ini poin terpenting dan ciri-ciri utama investasi bodong. SDFX mengajarkan cara profit konsisten 5-50% setiap bulan oleh Master Coach dg track record yg sudah terbukti dan teruji, bukan hanya slogan atau promosi," kata dia.

Melihat banyaknya peminat yang ingin belajar lebih jauh mengenai investasi Forex, Hans menyatakan SDFX berencana untuk membuka 10 cabang pusat pelatihan investasi Forex di Indonesia tahun ini. "Tak sekedar pusat pelatihan dan investasi Forex, tetapi juga Fintech Education dan Enterpreneur Incubator Hub mencetak pengusaha Fintech Education untuk membangun dan mencerdaskan bangsa. Potensi marketnya sangat besar," ujar Hans.

Salah satu murid SDFX asal Bandung, Johan Tantra yang juga seorang pengusaha, mengatakan baru menemukan lembaga pendidikan (sekolah) yang benar dan profesional di SDFX . Pasalnya, pendidikan yg diajarkan tentang trading Forex sangat menjawab kegalauan trader selama ini, dimana hanya 5% trader yang sukses sedangkan sisanya 95% adalah trader yang gagal. Bahkan tak sedikit yang menjadi korban penipuan investasi forex bodong.

"Di SDFX peserta tidak pernah diimingi dengan keuntungan besar, tetapi justru diajarkan bagaimana mengelola resiko yang ada dengan baik dan cara trading yang benar sehingga keuntungan secara otomatis bisa didapatkan," kata dia.

Johan menuturkan, sejak bergabung dengan SDFX, ia secara konsisten mampu meraup keuntungan 20-30% setiap bulannya dari investasi Forex. Ia berharap semakin banyak masyarakat sadar potensi trading Forex dengan belajar di SDFX. "Tak kenal maka tak sayang," katanya.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi
Dari Baca