Bendera Terpanjang di Perbatasan Negara Dapat Rekor Dunia, Ini Kata Kapolda NTT

Pos Kupang 7/23/2019 4:24:29 PM +00:00?.ToOffset(TimeSpan.FromHours(7)).ToString("yyyy-MM-dd HH:mm")

Pembentangan Bendera Terpanjang di Perbatasan Negara Dapat Rekor Dunia, Ini Kata Kapolda NTT

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Pembentangan bendera merah putih yang dilakukan oleh Polres TTU  bersama dengan aparat TNI, Pemerintah Kabupaten TTU dan masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL di Desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU pada 9 Juli 2019 menuai rekor dunia.

Pembentangan bendera dengan ukuran panjang 1.773 meter (1,773 km) dan lebar 75 cm di batas negara itu diakui dan dicatat oleh Lembaga Prestasi Indonesia - Dunia (LEPRID) sebagai rekor dunia pembentangan bendera terpanjang di perbatasan dua negara.

Kapolres TTU AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, SH.,SIK.,MH kepada POS-KUPANG.COM pada Selasa (23/7/2019) menyatakan bahwa pembuatan dan pembentangan bendera tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkuat penanaman nilai-nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme khususnya bagi masyarakat di perbatasan.

Sehingga, jelasnya, Dengan momentum  tersebut diharapkan masyarakat perbatasan akan memiliki daya tangkal terhadap setiap hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan yang terjadi di batas negara yang tentunya akan sangat membantu tugas Polri maupun TNI.

Rishian menjelaskan, pembuatan dan pembentangan bendera terpanjang tersebut diprakarsai sendiri oleh Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman.

• Berkas Perkara Komplotan Pencuri Hp Dilimpahkan ke Kejaksaan

"Penyerahan piala, piagam penghargaan dan medali di Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) kepada Kapolda NTT yang telah memprakarsai pembuatan dan pembentangan bendera merah putih sepanjang 1773 M tepat di garis batas NKRI dengan RDTL tepatnya di desa Haumeni Ana Kecamatan Bikomi Nilulat Kabupaten Timor Tengah Utara dengan Distric Oecusse, RDTL," katanya.

Kapolda NTT Irjen Pol Drs Raja Erizman yang dihubungi terpisah pada Selasa mengatakan bahwa pembentangan bendera "raksasa" terpanjang tersebut mau memperlihatkan eksistensi negara di wilayah perbatasan.

"Perbatasan di Belu dan Malaka sering dilakukan kegiatan, jadi kita ingin memperlihatkan eksistensi NKRI di perbatasan TTU," kata Irjen Pol Raja Erizman.

• VIDEO Nunung Menangis dan Katakan Hal Ini Usai Tertangkap Konsumsi Narkoba

Mantan Kadivkum Mabes Polri ini mengatakan, inspirasi pembuatan dan pembentangan bendera dengan panjang 1773 m tersebut mengandung makna Hari Bhayangkari ke 73.

"Bendera dengan panjang 1773 meter berasal dari inspirasi 1 Juli sebagai Hari Bhayangkara ke 73," ujar Kapolda.

Kapolres TTU juga menambahkan bahwa perbatasan Haumeni Ana adalah salah satu perbatasan negara di wilayah Kabupaten TTU yang sangat terbuka, sehingga sangat mudah terjadi kejahatan lintas negara.

• Parade 1001 Kuda Sandelwood dan Tenun Ikat Ajang Promosi Pariwisata Sumba

Kegiatan pembentangan bendera merah putih di garis batas NKRI-RDTL dilakukan oleh 400 anggota Polres TTU bersama-sama dengan sekitar 200 anggota TNI dan tidak kurang dari 150 masyarakat Kecamatan Bikomi Nilulat dilaksanakan dalam rangka rangkaian HUT Bhayangkara ke-73 tahun 2019.

Sementara itu Ketua LEPRID, Paulus Pangka,SH yang dihubungi POS-KUPANG.COM dari Kupang pada Selasa malam mengapresiasi prestasi yang dibuat oleh Polres TTU Polda NTT tersebut.

Menurutnya, ini merupakan pembentangan bendera dengan ukuran terpanjang pertama di perbatasan dua negara di dunia.

• Elvianus Wairata: Pembangunan Pariwisata di Kota Kupang Sebuah Agenda Besar

“Pembentangan bendera hari ini kami nyatakan bahwa ini rekor dunia, karena baru hari ini terjadi ada pembentangan bendera suatu negara yang berukuran sangat panjang di perbatasan antara dua negara,” katanya.

Paulus menuturkan, pencetakan rekor yang dilakukan tersebut diprakarsai oleh Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Raja Erizman dan diinisiasi oleh Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Pemkab TTU, Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf. Hendra Saputra serta Dandim 1618/TTU, Letkol arm. Roni Junaidi.

"Untuk semua pihak yang terlibat, baik itu pemrakarsa, inisiator dan pendukung kegiatan ini, diberikan piala dan piagam penghargaan," katanya. (*)

Dari Baca

Baca Juga